Surakarta – Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (UNISA) menyoroti pentingnya perlindungan anak dalam momentum Hari Bidan Internasional 2026. Isu ini menguat setelah mencuatnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta yang menjadi perhatian publik nasional.
Melalui perspektif akademisi kebidanan, kasus tersebut dinilai sebagai peringatan serius terhadap lemahnya sistem pengawasan dan tata kelola lembaga pengasuhan anak. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyebut kejadian ini sebagai cerminan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional daycare di Indonesia.
Dosen kebidanan UNISA menegaskan bahwa perlakuan tidak layak terhadap anak, seperti pengikatan atau penelantaran, dapat berdampak jangka panjang. Pada masa golden age, perkembangan otak dan fisik anak berlangsung sangat cepat sehingga trauma yang terjadi dapat memengaruhi kualitas hidup hingga dewasa.
Dari sisi medis dan psikologis, kekerasan pada anak usia dini berisiko menimbulkan gangguan perkembangan, baik secara emosional maupun fisik. Oleh karena itu, pengawasan dan standar pengasuhan berbasis kesehatan menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
Selain menyoroti kasus, UNISA juga mengedukasi masyarakat mengenai praktik pengasuhan bayi yang benar. Salah satunya adalah teknik hip-healthy swaddling.
Teknik ini menekankan bahwa membedong bayi harus tetap memberikan ruang gerak pada panggul. Praktik membedong yang salah—seperti meluruskan kaki secara kaku—dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan panggul atau displasia panggul (DDH).
Edukasi ini menjadi penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami standar medis dalam perawatan bayi sehari-hari.
Momentum Hari Bidan Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa peran bidan tidak hanya terbatas pada proses persalinan. Bidan juga berperan sebagai edukator dan pelindung hak anak, khususnya dalam memastikan tumbuh kembang yang optimal sejak dini.
Bidan memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada orang tua serta memastikan praktik pengasuhan sesuai dengan standar kesehatan.
Sebagai bentuk kontribusi akademik, UNISA Surakarta mendorong beberapa langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak di daycare, antara lain:
Langkah ini diharapkan mampu mencegah terulangnya kasus serupa sekaligus meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak di Indonesia.
UNISA Surakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung perlindungan anak melalui edukasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Momentum Hari Bidan Internasional 2026 diharapkan menjadi titik refleksi bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita kawal dan pastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat,” menjadi pesan utama dalam peringatan tahun ini.