
Surakarta, 8 Juli 2026 – Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Surakarta secara resmi menerima kunjungan Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dalam rangka Asesmen Lapangan Program Studi S1 Keperawatan dan Program Pendidikan Profesi Ners. Kegiatan yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 ini menjadi bagian penting dalam proses reakreditasi sekaligus penguatan budaya mutu yang telah diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Aula Kampus 2 UNISA Surakarta dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, program studi, tim task force akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, serta Tim Asesor LAM-PTKes yang terdiri atas Dr. Nur Hidayat, Widyawati, Ph.D., dan Prof. Neila Sulung. Dalam sambutannya, Rektor UNISA Surakarta menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim asesor serta berharap asesmen lapangan menjadi momentum evaluasi sekaligus peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Rektor menegaskan bahwa Program Studi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners merupakan salah satu program studi unggulan dengan minat calon mahasiswa yang sangat tinggi setiap tahunnya. Menurutnya, proses asesmen lapangan bukan sekadar memenuhi persyaratan akreditasi, melainkan menjadi sarana untuk memastikan implementasi budaya mutu melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) berjalan secara konsisten. Hasil asesmen diharapkan mampu memberikan masukan strategis bagi peningkatan kualitas program studi menuju predikat unggul.

Sementara itu, Ketua Tim Asesor LAM-PTKes dalam sambutannya menegaskan bahwa proses akreditasi merupakan bagian dari evaluasi akademik yang bersifat rutin dan seharusnya dipandang sebagai mekanisme peningkatan mutu, bukan sebagai beban bagi institusi. Tim asesor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyajikan kondisi nyata beserta data terbaik yang dimiliki agar proses asesmen dapat menggambarkan implementasi sistem penjaminan mutu internal secara objektif dan komprehensif.
Tim asesor juga menekankan pentingnya efektivitas selama proses visitasi. Kelengkapan dokumen, kemudahan akses terhadap data, serta koordinasi yang responsif menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian asesmen dapat berjalan lancar. Dengan mengusung prinsip "lebih cepat, lebih baik", tim asesor berharap seluruh agenda dapat diselesaikan secara efektif tanpa mengurangi kualitas proses verifikasi dan penilaian.

Selama lima hari pelaksanaan asesmen lapangan, tim asesor akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi presentasi profil program studi, observasi fasilitas pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, dan skill laboratory, wawancara dengan dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, pengguna lulusan, serta stakeholder. Selain itu, asesor juga melakukan visitasi ke wahana praktik klinik dan komunitas, verifikasi dokumen akademik, penjaminan mutu, hingga observasi langsung terhadap proses pembelajaran sebelum menyampaikan hasil asesmen pada akhir kegiatan.

Melalui asesmen lapangan ini, UNISA Surakarta menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan keperawatan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan pelayanan kesehatan, serta menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing. Universitas optimistis bahwa proses asesmen ini akan semakin memperkuat budaya mutu sekaligus menjadi pijakan untuk terus melakukan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan demi memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa, masyarakat, dan dunia kerja.