Surakarta, 21 Februari 2026 — Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (UNISA Surakarta) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka Milad ke-6 pada Sabtu (21/2) di Auditorium Prof. Siti Baroroh Baried, Kampus 1 UNISA Surakarta. Kegiatan ini menjadi forum akademik tertinggi sekaligus momentum refleksi perjalanan dan arah pengembangan universitas ke depan. Tema Milad ke-6, “Tumbuh Bergema, Berdampak Nyata”, merepresentasikan komitmen UNISA Surakarta untuk terus berkembang dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sidang senat terbuka dihadiri oleh pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Badan Pembina Harian, senat universitas, sivitas akademika, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai instansi. Rangkaian acara diawali dengan penayangan video capaian universitas, sambutan pimpinan, orasi ilmiah, hingga penyerahan penghargaan dosen peraih hibah dan masa kerja pengabdian.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Dr. Dyah Rahmawatie RBU, S.Kep., Ns., M.Kep menegaskan bahwa Sidang Senat Terbuka bukan sekadar seremoni peringatan usia universitas, tetapi menjadi refleksi jati diri dan arah masa depan institusi.
“Sidang Senat Terbuka merupakan forum akademik tertinggi di Universitas—bukan hanya sebagai penanda peringatan usia, tetapi juga momentum refleksi kelembagaan tentang jati diri, perjalanan, dan arah masa depan Universitas,” ujarnya.
Rektor juga menekankan bahwa enam tahun perjalanan UNISA Surakarta telah membangun fondasi kuat dalam tata kelola, pengembangan SDM, serta pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi.
“Fondasi inilah yang menjadi modal utama untuk melangkah ke fase berikutnya: fase penguatan mutu, relevansi, dan kebermanfaatan,” tambahnya.
Ia menegaskan semangat BERGEMA—Berilmu, Bergerak, dan Bermanfaat harus dihidupkan dalam seluruh kebijakan dan aktivitas akademik agar universitas benar-benar berdampak bagi masyarakat dan bangsa.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surakarta, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag, menyampaikan bahwa usia enam tahun merupakan fase pertumbuhan yang penting bagi universitas.
“Universitas ‘Aisyiyah Surakarta bukanlah lahir selayaknya bayi yang baru lahir, tetapi hasil dari proses perjalanan panjang dari amal usaha pendidikan ‘Aisyiyah sejak 1966,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan SDM dosen, peningkatan jabatan fungsional akademik, serta strategi promosi dan kemitraan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa dan keunggulan institusi.
“Dengan Rektor baru dan semangat baru dalam Milad ke-6 ini, kami berharap ke depan banyak loncatan-loncatan, baik kenaikan jabatan fungsional akademik para dosen maupun peningkatan jumlah mahasiswa,” tegasnya.
Dalam sidang senat terbuka tersebut, UNISA Surakarta juga memberikan penghargaan kepada dosen peraih hibah penelitian Kemendiktisaintek 2025, penghargaan masa kerja, serta penyerahan kenang-kenangan akademisi. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi institusi terhadap kinerja sivitas akademika sekaligus penguatan budaya akademik berbasis prestasi.
Milad ke-6 UNISA Surakarta diharapkan menjadi titik akselerasi transformasi universitas menuju perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdampak nyata bagi umat, masyarakat, dan bangsa.