
Surakarta, 30 Agustus 2026 – Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta bekerja sama dengan MST 119 telah melaksanakan kegiatan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) pada tanggal 25–30 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta sebanyak 70 mahasiswa dan berlangsung dengan lancar melalui metode pembelajaran daring dan luring.

Pelaksanaan BTCLS berlangsung selama enam hari, yang terdiri atas tiga hari pembelajaran secara daring dan tiga hari pembelajaran secara luring. Kegiatan luring dilaksanakan di Kampus 3 Universitas ‘Aisyiyah Surakarta. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memberikan pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya kasus trauma dan kegawatan kardiovaskular.
Dalam pelaksanaannya, MST 119 berperan sebagai mitra dalam memberikan pembekalan materi serta pelatihan keterampilan kegawatdaruratan kepada mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Program Studi DIII Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan kompetensi tenaga keperawatan di pelayanan kesehatan.

Materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup berbagai kompetensi dasar kegawatdaruratan, terutama Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pengenalan kondisi kegawatdaruratan, penilaian awal pasien, pemberian bantuan hidup dasar, serta tindakan yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi yang mengancam nyawa.
Selain materi Basic Life Support, mahasiswa juga memperoleh pembelajaran dan simulasi mengenai Code Blue, yaitu sistem respons kegawatdaruratan pada kondisi pasien yang mengalami henti napas dan/atau henti jantung sehingga membutuhkan tindakan resusitasi segera. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa dilatih untuk mampu mengenali kondisi kegawatdaruratan, memberikan respons secara cepat dan sistematis, melakukan tindakan sesuai prosedur, serta membangun komunikasi dan kerja sama tim yang efektif.
Kegiatan BTCLS tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan melalui praktik dan simulasi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Pembelajaran secara daring digunakan untuk memperkuat pemahaman konsep dan teori, sedangkan kegiatan luring memberikan pengalaman praktik secara langsung sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian pelatihan berjalan dengan tertib dan lancar. Sebanyak 70 mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mulai dari pembelajaran daring hingga praktik dan simulasi secara luring.

Melalui kegiatan BTCLS yang diselenggarakan bersama MST 119 ini, Program Studi DIII Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan, serta kemampuan bekerja dalam tim dalam menangani kondisi kegawatdaruratan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan praktik klinik maupun ketika memasuki dunia kerja sebagai tenaga keperawatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Program Studi DIII Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dengan mitra profesional, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, responsif terhadap kondisi kegawatdaruratan, serta mampu memberikan pelayanan keperawatan yang aman dan berkualitas.