Program Studi S1 Manajemen Retail Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan dinamika industri melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar bertema “Digital Marketing di Era AI dan Algoritma Media Sosial: Apa yang Perlu Dikuasai Mahasiswa?” pada Rabu, 11 Februari 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan Gatot Subroto, SE., MM., CPS (Trainer Satu Kelas) sebagai narasumber, dengan moderator Ilham Karin Rizkiawan, S.E., M.M., dosen Manajemen Retail. Kuliah pakar ini diikuti oleh mahasiswa dengan antusiasme tinggi, mencerminkan besarnya kebutuhan generasi muda untuk memahami transformasi pemasaran digital yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.
Transformasi Digital: Dari Kreativitas ke Kecerdasan Berbasis Data
Dalam pemaparannya, Gatot Subroto, SE., MM menegaskan bahwa era Artificial Intelligence (AI) telah menggeser paradigma digital marketing dari sekadar kreativitas konten menjadi strategi berbasis data dan algoritma. Media sosial saat ini tidak lagi menampilkan konten secara kronologis, melainkan berdasarkan sistem algoritma yang menganalisis perilaku pengguna, tingkat engagement, durasi interaksi, hingga preferensi personal.
Menurut narasumber, mahasiswa yang tidak memahami data dan algoritma akan tertinggal dalam persaingan industri. Digital marketing saat ini adalah perpaduan antara kreativitas, analitik, teknologi, dan kecepatan membaca tren.
Relevansi bagi Mahasiswa Manajemen Retail
Bagi mahasiswa Manajemen Retail, pemahaman terhadap digital marketing berbasis AI menjadi semakin strategis. Industri retail modern telah terintegrasi dengan e-commerce, social commerce, live streaming marketing, serta sistem rekomendasi berbasis machine learning.
Mahasiswa diajak untuk membangun mindset adaptif dan agile, karena perubahan algoritma dan tren digital terjadi sangat cepat.
Penguatan Kurikulum dan Link and Match dengan Industri
Penyelenggaraan kuliah pakar ini merupakan bagian dari strategi Program Studi S1 Manajemen Retail dalam memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan industri (link and match). Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi aplikatif dan kontekstual dengan praktik dunia kerja.
Kuliah pakar ini menjadi momentum refleksi bahwa kesiapan mahasiswa menghadapi era digital tidak hanya ditentukan oleh IPK, tetapi juga oleh kemampuan memahami teknologi, strategi, dan perilaku konsumen digital.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi S1 Manajemen Retail UNISA Surakarta semakin menegaskan posisinya sebagai program studi yang responsif terhadap perkembangan zaman serta berorientasi pada penciptaan lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing di era ekonomi digital.