Loading...

Pengkaderan Dasar UNISA Surakarta 2026: Meneguhkan Islam yang Mencerahkan dan Menggembirakan

  2026-10-03    Admin   Berita Utama
2026-10-06_022705_post.png

Surakarta, Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (UNISA Surakarta) telah menyelenggarakan Pengkaderan Dasar Mahasiswa Baru Reguler Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis dan Jumat, 1–2 Oktober 2026, di Kampus 2. Mengusung tema “Bermuhammadiyah yang Mencerahkan, Berislam yang Menggembirakan”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan awal mahasiswa dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas ‘Aisyiyah Surakarta tersebut diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa baru reguler, sekaligus mahasiswa susulan yang belum mengikuti pengkaderan. Dr. Hamdan Maghribi, M.Phil., bertugas sebagai Imam Training. Peserta mengikuti pembagian kelompok kelas dan ruang, dengan penempatan pada sesi Kamis atau Jumat sesuai pengaturan panitia.
Jadwal kegiatan ditetapkan pukul 06.30 hingga 15.45 WIB. Selain mempersiapkan alat tulis, peserta diwajibkan membawa perlengkapan salat. Kehadiran pada salat Zuhur dan Asar menjadi bagian dari ketentuan pengkaderan, dan kegiatan baru dinyatakan selesai setelah salat Asar. Pengaturan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara pembekalan mahasiswa, kedisiplinan, dan praktik ibadah. Peserta juga diwajibkan mengenakan atasan putih, jas almamater, bawahan dan sepatu hitam, serta jilbab hitam bagi mahasiswi. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari tata tertib yang menyertai pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus.
Tema pengkaderan mengisyaratkan pentingnya menghubungkan pemahaman agama dengan sikap yang membawa manfaat. Dalam tradisi dakwah Muhammadiyah, pencerahan bertaut dengan pendidikan, penguatan pengetahuan, dan kemampuan merespons perubahan zaman. Sementara itu, kegembiraan dalam berislam berkaitan dengan rasa syukur, keteguhan, dan penghayatan agama yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan. Keduanya memberi dasar bagi pembentukan sikap beragama yang mendorong kemajuan serta membangun hubungan sosial yang harmonis.
Dalam konteks mahasiswa baru, pesan tersebut relevan dengan proses menyesuaikan diri terhadap lingkungan akademik. Memasuki perguruan tinggi membawa tuntutan untuk belajar lebih mandiri, mengelola waktu, serta membangun hubungan dengan orang lain. Nilai keagamaan dapat menjadi pegangan untuk menghadapi tuntutan itu dengan tanggung jawab, semangat belajar, dan penghargaan terhadap sesama.
Pengkaderan ini juga dapat ditempatkan dalam arah pengembangan UNISA Surakarta sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan. Melalui laman resminya, universitas menegaskan komitmen terhadap pembelajaran bermutu, penguatan sumber daya manusia, serta integrasi penelitian dan pengabdian masyarakat. Arah tersebut ditujukan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan berkontribusi bagi masyarakat.
Semangat BERGEMA, yakni Berilmu, Bergerak, dan Bermanfaat, memberikan konteks bagi pembekalan mahasiswa sejak awal studi. Dalam kerangka ini, pengetahuan memperoleh arti melalui tindakan dan kontribusi. Pengkaderan dasar dapat menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa perjalanan akademik memiliki hubungan dengan tanggung jawab sosial serta pelayanan kepada masyarakat.
Landasan tersebut selaras dengan budaya kerja ISLAMIC yang diperkenalkan UNISA Surakarta. Di dalamnya terdapat orientasi ibadah, pelayanan, dedikasi, ketanggapan, penguasaan teknologi, amanah, dan kerja sama. Bagi mahasiswa, nilai tersebut dapat diterjemahkan melalui kebiasaan sederhana: menepati waktu, menyelesaikan tugas, menjaga kejujuran akademik, serta menghormati dosen, tenaga kependidikan, dan sesama mahasiswa. Pembiasaan ini membutuhkan kesinambungan dalam kegiatan kelas, organisasi kemahasiswaan, dan interaksi sehari-hari selama menempuh pendidikan di kampus.
Dengan selesainya Pengkaderan Dasar 2026, pembekalan awal ini diharapkan berlanjut dalam kehidupan perkuliahan sehari-hari. Ukuran kebermaknaannya terletak pada tumbuhnya kebiasaan belajar yang baik, kesungguhan beribadah, dan kepedulian nyata terhadap lingkungan. Mahasiswa baru diharapkan mampu menjadikan masa studi sebagai ruang pengembangan ilmu dan karakter, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadirkan manfaat melalui bidang keahlian masing-masing.



help-desk.png