Loading...

Pengajian Tarjih Universitas ‘Aisyiyah Surakarta Bahas “Adakah Tawasul ala Muhammadiyah”

  2025-07-19    Admin   Berita Utama
2025-07-21_084215_post.jpeg

Universitas 'Aisyiyah Surakarta, Sabtu, 19 Juli 2025 - Sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus, Universitas 'Aisyiyah Surakarta kembali menggelar Pengajian Tarjih Muhammadiyah yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Kegiatan kali ini diselenggarakan di Ruang Kelas C.1 RK 6, Kampus 1 AISKA Surakarta, dengan menghadirkan Ustadz Imam Muqoyyadi, M.Pd sebagai narasumber utama. Dengan mengangkat tema “Adakah Tawasul ala Muhammadiyah”, pengajian ini membahas secara mendalam mengenai konsep tawasul dalam perspektif Muhammadiyah, yang kerap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Ustadz Imam memaparkan bahwa tawasul dalam Muhammadiyah yang di syariatkan jika memenuhi tiga syarat utama, yaitu: Tawasul dengan nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifatnya, dengan amal Sholeh yang merupakan ciri khas atau rutin yang dilaksanakan, dan dengan orang-orang shaleh yang masih hidup.

“Tawasul bukan semata perantara doa, tetapi bentuk ikhtiar spiritual yang harus tetap berada dalam koridor tauhid. Muhammadiyah memandang tawasul harus disandarkan pada syariat yang jelas dan tidak membuka celah kepada pemujaan atau syirik,” tegas Ustadz Imam dalam ceramahnya.

Acara ini dihadiri oleh 46 civitas akademika, termasuk Wakil Rektor I, II, dan III, serta dosen dan staf dari berbagai fakultas. Suasana pengajian berlangsung khidmat namun dinamis, terutama saat memasuki sesi diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan kritis diajukan peserta, mulai dari persoalan praktik tawasul dalam budaya lokal hingga batasan dalam penggunaan perantara doa menurut Muhammadiyah. Pengajian ini menjadi wadah penting dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang argumentatif dan sesuai dengan manhaj tarjih Muhammadiyah. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan keislaman sivitas akademika, tetapi juga mendorong terciptanya ruang-ruang dialog keagamaan yang rasional dan berbasis dalil.

 



help-desk.png