Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kompetensi lulusan melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar bertajuk “Entrepreneur Kebidanan Berbasis Thibbun Nabawi.” Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa dan bidan mengenai pengembangan praktik kebidanan yang holistik, inovatif, serta berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kuliah pakar ini menghadirkan Khoirotul Umi M., S.Keb., Bdn., AMANI, seorang praktisi kebidanan yang berpengalaman sebagai bidan, doula, childbirth educator, serta konselor menyusui dan MPASI. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa bidan masa kini dituntut tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang beretika, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Bidan adalah profesi mulia. Setiap kata adalah dakwah, setiap layanan adalah karya, dan setiap langkah adalah amanah. Oleh karena itu, bidan perlu berani berkarya dan berinovasi tanpa meninggalkan nilai Al-Qur’an dan Sunnah,” ungkap Khoirotul Umi dalam sesi pemaparan.
Lebih lanjut, konsep entrepreneur kebidanan berbasis Thibbun Nabawi dipaparkan sebagai pendekatan integratif antara praktik kebidanan modern berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice) dengan nilai-nilai islami. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan bidan yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi pendamping perempuan dan keluarga secara menyeluruh sepanjang siklus kehidupan.
Materi kuliah pakar juga membahas pilar midwifepreneur, meliputi inovasi layanan berbasis kebutuhan klien, sustainability melalui pelayanan kebidanan terpadu (one stop service), literasi digital untuk edukasi dan branding profesional, serta penguatan layanan berbasis standar WHO yang selaras dengan prinsip Thibbun Nabawi. Peserta turut dikenalkan pada berbagai peluang pengembangan usaha kebidanan, seperti klinik bersalin/TPMB, doula service, konselor laktasi, mother and baby spa, hingga pengembangan produk kesehatan ibu dan anak berbasis Thibbun Nabawi.
Ketua Program Ibu Dr. Istiqomah Risa Wahyuningsih, SST., M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum yang adaptif dan kontekstual.
“Melalui kuliah pakar ini, kami berharap mahasiswa dan calon bidan memiliki perspektif yang lebih luas bahwa praktik kebidanan tidak hanya berfokus pada layanan klinis, tetapi juga pada kemandirian, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat dengan tetap berlandaskan nilai keislaman,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Surakarta berharap dapat mencetak lulusan bidan yang unggul, profesional, berjiwa entrepreneur, serta mampu menghadirkan pelayanan kebidanan yang bermakna dan berkelanjutan bagi ibu, anak, dan keluarga.