Loading...

Aiska University Kukuhkan Lulusan Kesehatan dalam Sumpah Profesi IX

  2025-12-04    Admin   Berita Utama
2025-12-04_091913_post.png

Surakarta, 2 Desember 2025

Aiska University menggelar Sumpah Profesi IX di Hotel Harris Surakarta, Selasa (2/12), sebagai penanda resmi kesiapan lulusan D4 Fisioterapi, D3 Keperawatan, dan Profesi Bidan memasuki dunia kerja. Prosesi berlangsung sejak pagi dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, organisasi profesi, serta rohaniawan. Memasuki prosesi inti Sumpah Profesi, peserta memasuki ruangan dengan penuh antusias, disambut lantunan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan, serta berbagai penampilan seni dari mahasiswa seperti tari Gejuk Sorai dan persembahan paduan suara. Selanjutnya laporan Pendidikan oleh Dekan FIK Bdn. Sri Kustiyati., M.Keb.

Prosesi sumpah dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan untuk Profesi Bidan serta Rektor untuk Profesi Ners dan D4 Fisioterapi. Pengambilan sumpah turut disaksikan oleh PC IBI Kota Surakarta, DPD PPNI Kota Surakarta, IFI Surakarta, serta rohaniawan. Selain pengucapan sumpah, peserta juga menandatangani naskah sumpah serta menerima pin profesi dan buku AD/ART dari masing-masing organisasi profesi. 

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa profesi tenaga kesehatan menuntut lebih dari kemampuan teknis. Ia menyebut profesi ini adalah “panggilan jiwa. Di sinilah letak kemuliaannya, Di tengah rasa sakit, saudara hadir sebagai penopang, Di tengah keputusasaan, saudara hadir membawa harapan. Di tengah krisis, saudara menjadi garda depan penyelamat kehidupan.” Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan etika: “Satu tindakan penuh kasih bisa mengubah hidup seseorang. Satu keputusan etis dapat menjaga martabat profesi.” Aiska University mendorong lulusan untuk membangun karakter melalui soft skill T.H.E B.E.S.T, yang meliputi:

T – Teamwork (Kerja Sama Tim)
Milikilah kemampuan untuk bekerja secara efektif dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Ini bukan sekedar bekerja bersama, tetapi menciptakan sinergi di mana kekuatan masing-masing individu saling melengkapi. Dalam kerja tim, komunikasi terbuka, toleransi, dan kontribusi aktif menjadi kunci.

H – Honesty (Kejujuran)
Honesty adalah fondasi dari kepercayaan. Dalam dunia yang kompleks dan serba cepat, kejujuran menjadi nilai langka tapi sangat berharga. Orang yang jujur akan dihormati, dipercaya, dan menjadi teladan dalam lingkungan kerja maupun sosial. Kejujuran menciptakan lingkungan yang transparan dan aman, tempat di mana ide dapat dibagikan tanpa rasa takut, dan kesalahan bisa diakui untuk diperbaiki, bukan disembunyikan.

E – Empathy (Empati)
Milikilah kemampuan memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan. Ini lebih dari sekadar simpati—empati melibatkan mendengarkan secara aktif dan menunjukkan kepedulian tanpa menghakimi. Empati dapat memperkuat hubungan antar individu, meminimalisir konflik, dan menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh pengertian.

B – Bravery (Keberanian)
Milikilah kemampuan untuk bertindak meskipun ada rasa takut atau risiko. Ini termasuk keberanian untuk berbicara, mencoba hal baru, mengambil tanggung jawab, dan menghadapi tantangan. Tanpa keberanian, seseorang akan terjebak dalam zona nyaman dan kehilangan peluang. Keberanian adalah kunci inovasi, kepemimpinan, dan kemajuan pribadi.

E – Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional)
Emotional Intelligence (EQ) adalah kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. EQ yang tinggi membantu seseorang menghadapi tekanan, membangun relasi yang sehat, dan berkomunikasi secara efektif. Dalam dunia kerja modern, EQ bahkan dianggap lebih penting daripada IQ dalam menentukan kesuksesan.

S – Self-Discipline (Disiplin Diri)
Miliki kemampuan untuk mengontrol diri, tetap fokus, dan konsisten dalam mencapai tujuan meski dihadang oleh godaan atau tantangan. Ini adalah kekuatan internal yang membuat seseorang tetap pada jalur. Kebiasaan kecil yang anda lakukan secara konsisten jauh lebih berdampak daripada usaha besar yang jarang dilakukan. Disiplin adalah bahan bakar anda dari produktivitas jangka panjang.

T – Time Management (Manajemen Waktu)
“Waktu adalah aset paling berharga yang kita miliki—tidak bisa disimpan, tidak bisa dikembalikan.” Milikilah kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan tugas dan mencapai target. Ini tentang membuat prioritas, menghindari penundaan, dan bekerja cerdas.

 Dalam sambutan penutupnya, “Jadilah perawat yang welas asih, bidan yang bijak, dan fisioterapis yang berempati. Jangan berhenti belajar, dan ingat bahwa Aiska University akan selalu bangga kepada kalian.”

Pada kesempatan ini, Aiska University juga mengumumkan tiga lulusan terbaik Program Profesi Bidan, seluruhnya meraih IPK 4,00:

- Anna Maisaroh

- Mila Dwi Jayanti

- Dia Rudia Ganec Fathurochmat

Acara turut diramaikan dengan penampilan seni, pemutaran Kaledoskop mahasiswa, hingga flash mob dari UKM Tari.

Melalui pelaksanaan Sumpah Profesi IX, Aiska University kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas. 



help-desk.png